BAMBUBOS

BAMBUBOS lahir untuk mengangkat kembali citra dan nilai bambu yang telah pudar agar bisa bermanfaat bagi penghidupan, baik ekonomi, sosial, maupun lingkungan.


Tim Bambubos bekerjasama dengan masyarakat dan pencinta lingkungan mengembangkan "bambu untuk rakyat dan lingkungan" (Jembatan Bambu di Davao dan Sekolah Alam Al-Giva di Bogor buah karya Andrea Fitrianto)

 

Dalam mengembangkan pohon bisnis, BAMBUBOS memegang prinsip “memberi dan menerima”. Selain menerima manfaat bambu sebesar-besarnya, BAMBUBOS juga berusaha memberi pada masyarakat dan lingkungan secara seimbang.


Dalam menjalankan usahanya, BAMBUBOS mengutamakan kerja kolaboratif bersama berbagai pihak, seperti akademisi, pemerintah, LSM, masyarakat, dan perusahaan lain. (Hasil riset bambu laminasi oleh akademisi; dengan sentuhan teknologi tepat guna, di bawa ke desa agar kelompok pengrajin mendapat nilai lebih dari bambu).

 

BAMBUBOS didirikan oleh  Jajang Agus Sonjaya di Yogyakarta. Bambubos memiliki workshop di Yogyakarta bekerjasama dengan Kelompok Tani Pring Panguripan, Kelompok Tani Bambu Tunas Karya, dan Gogor Park.


Workshop Bambubos di Yogyakarta

 

VISI

Terciptanya bisnis bambu dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.

MISI

Mengangkat citra dan nilai bambu agar bermanfaat bagi penghidupan.

KEGIATAN USAHA

BAMBUBOS menjalankan kegiatan usaha sebagai berikut:

  1. Pembibitan bambu dan penjualan bibit bambu.
  2. Pengawetan bambu dan penjualan bambu awet.
  3. Rekayasa bambu untuk konstruksi, kerajinan, instalasi seni, laminasi, dan lain sebagainya.
  4. Konsultan di bidang perbambuan.
  5. Penelitian dan pengembangan bambu.

 

Beberapa Konstruksi Karya Bambubos

Pusat Informasi Lestari, Buntoi, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (UNOPS)

Karya KOnstruksi Bambubos

Didukung 3 fasilitas pengawetan, kami sanggupmemproduksi bambu awet 10.000 batang per bulan dengan jenis bambu yang umum berupa petung, apus, dan wulung, siap mengirim ke berbagai pelosok di Nusantara dan luar negeri.